5 Kejadian Firasat Paling Aneh Di Dunia

WiMiU – Apakah Anda pernah mengalami firasat seolah-olah suatu saat firasat itu akan menjadi kenyataan? Tentu itu merupakan suatu hal yang peristiwa aneh yang sulit diterima oleh akal kita.
Berikut, 5 kejadian firasat paling aneh di dunia yang tercatat dalam media cetak di Amerika Serikat.

1. Penerbangan ke Masa Depan

Foto: qagoma.qld.gov.au

Victor Goddard dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris kehilangan arah. Dia terperangkap di suatu tempat di atas Skotlandia oleh badai yang kuat, dan sekarang dia harus menemukan tanda di daratan.

Dia menurunkan pesawat Hawker Hart bersayap ganda menembus awan, berharap menemukan cuaca cerah di bawahnya dan mungkin  melihat bentuk dari Drem lapangan udara yang sudah tidak terpakai lagi yang diperkirakannya berada di sekitar tempat itu.

Nalurinya benar, Drem terlihat tidak jauh di depannya, dan dari tempat itu dia dapat mengambil arah yang baru. Kemudian, ketika dia berada sekitar seperempat mil dari lapangan udara itu, sesuatu yang luar biasa terjadi.

“Tiba-tiba,” tulisnya kemudian, “Wilayah itu bermandikan cahaya yang sangat lembut seperti matahari yang bersinar di pertengahan musim panas.”

Drem sama sekali tidak ditinggalkan, bukan tidak dipakai, dan berupa reruntuhan. Drem menjadi pusat aktivitas, para mekanik dengan seragam biru sedang mengerjakan pesawat berwarna kuning, semuanya berkilau dalam sinar matahari.

Dia terbang di atas mereka pada ketinggian tidak lebih dari 50 kaki. Sedikit mengejutkan bahwa tidak seorang pun yang melihat ke atas ketika pesawatnya terbang melintas, dan kembali ke dalam awan, sesudah yakin akan arah yang diambil. Kejadian itu terjadi di tahun 1934.

Di tahun 1934 lapangan udara Drem adalah reruntuhan yang ditinggalkan.

Di  tahun 1938, dengan ancaman perang yang meningkat setiap hari, Drem dibuka kembali sebagai sekolah penerbangan angkatan udara, dan warna pesawat pelatih Inggris diubah dari perak menjadi kuning.

Victor Goddard telah terbang keluar dari awan dan untuk beberapa saat, empat tahun ke masa depan. (Angus Hall, Signs of Things to Come, hal. 17).

2. Kebenaran Mengikuti Fiksi

Foto: id.wikipedia.org

Di tahun 1838, Edgar Allan Poe menerbitkan dongeng menyeramkan dengan judul “The Narrative of Arthur Gordon Pym of Nantucket”.

Dalam karangan itu, tiga orang yang selamat dari kapal yang kandas, amat menderita karena haus dan kelaparan, membunuh dan memakan temannya, Richard Parker, yang kalah ketika mereka membuang undi.

Di tahun 1884 tiga orang yang selamat dari kapal yang karam mencoba membunuh orang keempat.

Terapung-apung, dan menghadapi kelaparan, mereka membunuh dan memakan temannya seorang pelayan kabin bernama Richard Parker. (Alan Vaughn, Incredible Coincidence, pp. 22-23).

3. Pemberian Hormat yang Fatal

Bila seseorang bermimpi bahwa dia akan mati dalam situasi tertentu dan kemudian dengan seksama menghindari situasi tersebut, tentu saja kita tidak mempunyai cara untuk mengetahui apakah peringatan itu palsu atau nasib telah ditipu. Walaupun, kadang-kadang nasib memberikan peringatan dan kemudian tidak bersedia untuk ditipu.

Suatu malam di bulan Juli 1750, Robert Morris, Sr., ayah Robert Morris yang mengelola keuangan Revolusi Amerika, bermimpi bahwa dia akan terbunuh oleh tembakan meriam dari kapal angkatan laut yang akan ditinjaunya.

Mimpi itu membuatnya demikian gelisah sehingga dia baru dapat dibujuk untuk naik kapal hanya setelah kapten berjanji bahwa tidak akan ada meriam yang ditembakkan sampai dia sudah kembali ke daratan dengan selamat.

Kunjungan dilakukan, dan di akhir kunjungan kapten memberi perintah bahwa tidak akan ada penghormatan dengan menembakkan meriam sampai dia memberi tanda bahwa perahu dayung telah mengembalikan Morris dengan selamat ke pantai.

Tetapi sewaktu perahu masih dalam jarak tembak meriam kapal, seekor lalat hinggap di hidung kapten dan dia tanpa berpikir mengangkat tangannya untuk mengusir lalat itu. Gerakan tangan ini dianggap sebagai tanda bahwa tembakan penghormatan harus dilakukan, dan demikianlah yang dilakukan.

Pecahan dari tembakau itu menghantam Morris dan menyebabkannya luka parah sampai meninggal. (Journal of the American Society for Psychical Research, April 1970, p. 193) .

4. Mimpi Mark Twain

Foto: pbs.org

Di akhir tahun 1850-an, Mark Twain dan saudara laki-lakinya Henry bekerja sama di kapal sungai yang pada waktu itu menyeberangi sungai Mississippi antara St. Louis dan New Orleans.

Suatu malam, ketika sedang menginap di rumah saudara perempuannya di St. Louis, Twain bermimpi tidak biasa yang amat jelas.

Dalam mimpinya, Twain bermimpi melihat jenazah saudara laki-lakinya terbujur dalam peti logam di ruang tamu rumah saudara perempuannya. Peti itu diletakkan di atas dua buah kursi, dan karangan bunga dengan sebuah bunga berwarna merah tua di tengah dan diletakkan di dada Henry.

Ketika Twain terbangun, dia amat yakin bahwa saudara laki-lakinya telah meninggal dan terbaring di ruang tamu. Dia berpakaian, berniat untuk menyambangi jenazah itu, tetapi memutuskan untuk berjalan-jalan dahulu. Dia meninggalkan rumah dan berjalan setengah blok sebelum dia menyadari bahwa dia telah bermimpi. Dia kemudian kembali dan menceritakan mimpi itu kepada saudara perempuannya.

Beberapa minggu kemudian Twain dan saudara laki-lakinya berada di New Orleans tetapi naik ke  kapal yang berbeda untuk kembali ke St. Louis.

Kapal yang ditumpangi Henry adalah Pennysylvania, yang ketelnya meledak tidak jauh dari Memphis, menewaskan banyak orang. Henry terluka parah dan dibawa, dengan penderitaan yang luar biasa, ke Memphis, dan di sana dia meninggal beberapa hari kemudian.

Walaupun sebagian besar korban kecelakaan dikuburkan dalam peti kayu, beberapa perempuan di Memphis, merasa iba terhadap laki-laki muda ini dan mengumpulkan uang untuk membeli peti logam.

Ketika Mark Twain datang untuk mengucapkan kata-kata perpisahan terakhir kepada saudara laki-lakinya, dia menyadari jenazah itu terletak dalam peti logam, tepat seperti yang dilihatnya dalam mimpi. Akan tetapi, tidak ada karangan bunga di situ.

Ketika Twain berdiri di samping jenazah, karangan bunga berwarna putih di dada Henry. Di tengah karangan bunga itu terdapat sekuntum mawar merah. (Journal of the American Society for Psychical Research, 64: 187-188, 1970).

5. Tidak Ada Pertanyaan yang Diajukan

thedreamzone.com

Anaknya diperkirakan akan lahir dalam tiga bulan mendatang tetapi Jamie Castell, seorang Spanyol yang bekerja sebagai eksekutif hotel, mendengar suara dalam mimpi yang memberi tahu bahwa dia tidak akan melihatnya.

Castell, percaya bahwa dia akan segera meninggal, menutup asuransi jiwa dengan nilai lebih dari $100.000 (7 juta pesetas), hanya dibayarkan kalau dia meninggal dan tidak ada manfaat yang lain.

Beberapa minggu kemudian dia sedang mengendarai mobil pulang dari tempat kerja dengan kecepatan tetap 50 mil/jam ketika sebuah mobil dari arah berlawanan dengan kecepatan lebih dari 100 mil/jam menabrak pagar pengaman, terputar-putar di udara dan jatuh tepat di atap mobilnya. Castell dan pengemudi yang lain tewas seketika.

Perusahaan asuransi membayar Ny. Castell tanpa menunda, walaupun biasanya kematian seseorang yang belum lama menutup asuransi spesifik seperti itu akan diselidiki secara berkepanjangan.

“Tetapi kecelakaan yang sulit dipercaya ini meniadakan segala kecurigaan”, kata juru bicara perusahaan.

“Terpaut sepersekian detik lebih cepat atau lebih lambat dia pasti selamat.” (The Unexplained: Mysteries of Mind Space & Time, Vol. 1, Nomor 6).

Tinggalkan Balasan