Sejarah Terciptanya CD

Sejarah Terciptanya CD

CD adalah kependekan dari Compact Disc, sebuah piringan bundar atau cakram yang terbuat dari plastik karbonat (polycarbonate). Definisi Compact Disc sendiri adalah sebuah media rekam yang fungsinya diperuntukkan untuk menyimpan data berupa gambar, suara, dan tulisan. Cakram berkarbonat ini biasanya digunakan untuk membuat film beresolusi kecil atau media transmisi software aplikasi.

Dilihat dari spesifikasinya dan cara kerjanya, cakram dengan single layer, memiliki kapasitas penyimpanan data 783 MB. Cakram berbahan polycarbonate ini dilapisi alumunium. Informasi yang tersimpan di layer bagian atas cakram, akan dilacak menggunakan laser dengan panjang gelombang 700 nm (nano meter). Laser berintensitas rendah itu berada di dalam optic drive unit atau drive player. Cakram yang digunakan untuk menyimpan data ini mempunyai ciri seperti:

  • Mempunyai tebal 1,2 mm. berat 15-20 gram.
  • Compact Disc dibagi menjadi beberapa komponen dimulai dari tengah sampai luar, yaitu:

–  Poros CD daerah transisi pertama (cincin penjepit).

–  Daerah transisi keduanya daerah informasi dan,

–  RIM.

Sebagai media penyimpanan data, Compact Disc menurut ciri fisiknya, dibagi menjadi 2 yaitu :

  • Compact Disc yang berdiameter 120 mm dapat menyimpan data audio selama 80 menit.
  • Compact Disc yang berdiameter 60-80 mm dapat menyimpan data audio selama 24 menit.

Tahukah kamu siapa penemu si cakram plastik yang memudahkan kita menyimpan lagu dan film? Adalah James T. Russell-lah orang dibalik cakram ini. James yang penyuka musik merasa tidak puas mendengar kualitas musik yang diperdengarkan kepingan hitam gramophone. Ia pun mulai bereksperimen untuk menemukan cara bagaimana ia bisa merekam dan memutar kembali sebuah lagu. Hingga setelah bertahun-tahun memeras otak, James akhirnya berhasil menyimpan sebuah data dalam piringan yang sensitive terhadap cahaya. Sebuah sinar laser akan membaca data yang tersimpan dalam piringan, kemudian komputer akan mengubah data itu ke dalam sebuah sinyal elektronik. Dan lahirlah Compact Disc. Di tahun 1970, James mematenkan piringan buatannya itu. Di tahun berikutnya, penemuan James T. Russel disempurnakan oleh seorang ahli fisika, Klass Compaan bersama partnernya Piet Kramer. Pada tahun 1972, untuk pertama kalinya mereka berhasil menampilkan sebuah model video disc berwarna. Dan baru pada tahun 1982-lah, Compact Disc mulai dikeluarkan di pasaran Amerika Serikat. Dan hingga kini, Compact Disc bisa kita temukan di mana-mana.

Compact Disc sekarang ini sudah menjadi barang biasa yang kita temui sehari-hari khususnya para pecinta musik dan film yang kerap kali menyimpan lagu-lagu kesayangan dan film favorit mereka di CD. Karena si bundar ini juga bisa pakai untuk menyimpan file document, cakram ini pun dimanfaatkan para mahasiswa khususnya yang sudah pendadaran untuk menyimpan file skripsi mereka. Sebuah merk CD yang sudah bertahan sejak lama dengan produk-produk optical storage-nya salah satunya adalah CD Verbatim

Tinggalkan Balasan