Konsultasi Psikologi Menggunakan Media Tarot

WiMiU – Pernah mendengar kata tarot, pasti Anda pernah mendengarnya bukan? Tarot adalah sekelompok kartu berjumlah 78 lembar yang umumnya digunakan untuk kepentingan spiritual atau ramalan nasib.

Selain pengertian di atas, tarot juga dapat diartikan sebagai media alternatif untuk melihat dinamika kepribadian, melihat rangkaian kehidupan dengan simbol, memahami pikiran bawah sadar, dan mengubah perspektif kehidupan.

Seperti pengertian di atas, tarot merupakan kartu bergambar yang jumlahnya 78. Salah satunya adalah kartu tarot yang diciptakan oleh Hisyam A. Fachri, yaitu seorang profesional trainer, mind consultant, terapis hipnosis, dan menciptakan ide kreatif  pada 1 set kartu tarot yang diberi nama kartu Tarot Nusantara, dengan mengambil simbol anatomi dan sketsa dari unsur budaya nusantara.

Cara kerja tarot bukan menggunakan prinsip random atau acak, melainkan menggunakan asas sinkronitas(synchonity). Sinkronitas adalah segala sesuatu sangat berhubungan satu dengan yang lain dengan adanya koneksi di dalam ketidaksadaran kolektif. Oleh sebab itu, ketika kita berperanan sebagai pewancana tarot dan mengeksplorasi pikiran bawah sadar, apa yang muncul di kartu dalam bentuk gambar bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sebuah konsep ketidaksadaran kolektif dari cerita, legenda, dan kisah terdahulu.

Maka, tidak heran pewancana tarot sering menerima pertanyaan dari klien, “Kok, tahu apa yang sedang saya rasakan?” Ya, sesungguhnya sinkronitas itu ada dan kartu tarot secara akurat memotret psike (pola kepribadian yang berbeda, tetapi saling berinteraksi) kita meskipun kita tidak dapat melihat hubungannya.

Dengan media kartu tarot, kita dapat menggali pikiran bawah sadar manusia yang memang  mengungkap aspek-aspek kepribadian tersebut. Apa yang tersimpan dalam pikiran bawah sadar manusia ibarat cetak biru atau perangkat lunak yang menjalankan segala aktivitas kehidupan manusia.

Dari cetak biru itulah dihasilkan output tertentu karena hukum sebab-akibat yang berlaku. Sama halnya program kebiasaan merokok, akan berakibat pada hasil buruknya kesehatan manusia.

Sama halnya program malas dan minder, akan berakibat pada hasil buruknya masa depan manusia. Namun, kompleksitas program yang berjalan pada manusia juga akan berakibat kepada seseorang dengan hasil tertentu secara unik.

Begitu juga media kartu tarot, dapat mengungkap sisi-sisi kehidupan manusia baik pada keadaan sebelumnya maupun keadaan yang sedang dialami klien. Namun, mengapa tarot sering identik dengan meramal masa depan manusia?

Hal tersebut bukanlah meramal, melainkan gambaran masa depan yang ditunjukkan oleh kartu tarot yang merupakan hasil hubungan sebab-akibat dari keadaan yang telah terjadinya sebelumnya dana keadaan yang sedang dialami sekarang. Sama halnya, ketika para ahli meteorologi melakukan prakiraan cuaca berdasarkan apa yang terjadi sekarang dan sebelumnya.

Oleh karena itu, kartu tarot perlu memberitahu kepada kita tentang akibat yang bisa terjadi ketika sebab-sebab memang telah terungkap. Dengan begitu, kita dapat menganalisis dan mengantisipasi langkah apa yang sebaiknya dilakukan untuk kebaikan masa depan. Karena memang masa depan yang diungkap dalam kartu bukanlah ramalan yang pasti terjadi.

Namun, dengan kesadaran dan antisipasi yang dilakukan, kita dapat meraih masa depan yang lebih baik. Apabila kita tidak memiliki kesadaran dan tindakan, wajar gambaran masa depan yang ditunjukkan kartu tarot benar-benar terjadi.

Lalu, mengapa terbukanya kartu tarot dapat terjadi kebetulan sama seperti yang dialami oleh kita/klien? Sebenarnya, hal tersebut merupakan hal yang alamiah dilakukan oleh pikiran bawah sadar. Sama halnya pikiran bawah sadar yang menggerakkan perilaku seseorang menjadi grogi dan kurang percaya diri di hadapan banyak orang.

Sama halnya pikiran bawah sadar yang menuangkan dalam tulisan dan gambar sehingga muncul ilmu grafologi, sama halnya dengan seseorang yang bercerita dari stimulus (melanjutkan kalimat atau gambar)sehingga memunculkan alat tes psikologi SCCT, Roschach, TAT/CAT, dan lain sebagainya. Semua itu hal-hal yang dilahirkan dari apa yang dipikirkan, dirasakan,diucapkan, dan dilakukan seseorang merupakan proyeksi dari keadaan dan kepribadian orang tersebut.

Inilah sebuah fakta yang dapat menghubungkan antara seni tarot sebagai media konseling dengan pendekatan-pendekatan psikologi terapan yang sangat memungkinkan untuk dijadikan alat ampuh bagi masyarakat yang saat ini berlomba-lomba untuk mencari jati diri melalui eksplorasi bawah sadar.

 

2 Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan