Kendalikan Hipertensi Dengan Diet “DASH”

WiMiU – DASH merupakan singkatan dari Dietary Approach to Stop Hypertension merupakan diet pengendalian hipertensi yang direkomendasikan oleh American Heart Association dan secara ilmiah telah terbukti kemanjurannya.

Prinsip utama dari diet DASH adalah menyajikan menu makan dengan gizi seimbang yang kaya akan pangan sumber kalium, magnesium, serat makanan dan sayuran, buah, dan susu, serta membatasi lemak jenuh, kolesterol, garam, gula, kopi, dan minuman keras.

Jadi salah satu perubahan mendasar dari diet yang selama ini dijalankan yang terkenal dengan diet rendah garam adalah diet DASH. Diet ini sangat memperhatikan pemenuhan asupan mineral kalium, kalsium dan magnesium serta membatasi sumber lemak jenuh dan gula.

Selain sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi, ternyata diet DASH sangat membantu dalam menurunkan kolesterol total dan LDL/Low Density Lipoprotein (kolesterol jahat). Ini disebabkan karena diet DASH berbasis pada sayuran, buah-buahan, protein nabati yang tinggi akan serat dan mineral.

Meskipun diet DASH tidak memiliki efek samping, namun pelaksanaannya tetap perlu diperhatikan dan dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi penderita gagal ginjal kronik. Makanan yang disarankan dalam diet DASH adalah tinggi kalium. Padahal penderita gagal ginjal disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi kalium.

Kerusakan ginjal akan menyebabkan terjadinya hiperkalemia (kelebihan kalium dalam darah) yang dapat menimbulkan masalah seperti gangguan irama jantung yang dapat berakibat fatal.

Dalam diet DASH dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi susu. Karena itu, penderita lactose intolerance yang tidak mampu mencerna laktosa dalam susu kemungkinan akan kesulitan untuk mengikuti diet ini.

Konsumsi susu akan menyebabkan kram perut, kembung, mual, dan diare pada penderita lactose intolerance. Tapi jangan khawatir, Anda tetap bisa menjalani diet DASH dengan mengganti susu dengan yogurt karena laktosa dalam yogurt sudah dipecah oleh bakteri asam laktat sehingga kandungan laktosanya rendah.

Jika Anda sedang mengkonsumsi obat pengontrol hipertensi atas petunjuk dokter, Anda tidak perlu berhenti mengkonsumsinya selama Anda menjalani diet DASH. Apalagi untuk penderita hipertensi dengan tekanan darah sistolik lebih dari 160 mmHg, diet DASH perlu dikombinasikan dengan terapi medik atau obat. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum dan selama menjalankan diet DASH.

Bagi Anda yang tidak terbiasa mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, dan serelia dalam jumlah banyak, pada awal pelaksanaan diet DASH akan timbul keluhan berupa kembung, sering buang angin, dan diare. Ini disebabkan karena belum terbiasa menyantap buah , sayuran, dan makanan tinggi serat yang sulit dicerna.

Untuk mencegahnya, tingkatkan konsumsi buah dan sayuran secara bertahap. Jangan lupa banyak minum air putih agar kelebihan Natrium dalam tubuh dapat dilepaskan.

Selamat menjalankan diet DASH.

 

Tinggalkan Balasan