Bayi Alergi ASI, Mungkinkah?

Suatu hari ada seorang teman yang menceritakan tentang bayinya yang alergi asi. Saya agak janggal mendengar cerita tersebut. Bagaimana bisa Bayi Alergi asi. Lalu saya tanyakan pada teman saya itu, apakah bayinya minum asi donor. Dia bilang bayinya menyusu dia, bukan dari donor. Tentunya aneh kan, kalau Bayi Alergi pada air susu ibunya sendiri? Tapi kasus ini memang ada.

Bagaimana bisa?

Sebenarnya bukan buah hati anda alergi terhadap asi, akan tetapi ada dari sekian banyak makanan yang anda makan yang menjadi penyebab alergi pada buah hati anda. Tapi orang terlanjur menyebutnya sebagai alergi asi.

Kapan anda bisa menyimpulkan kalau buah hati anda mengalami alergi asi? Lihat beberapa indikasi ini. Perhatikan frekwensi gumoh atau muntah pada bayi anda. Bayi umumnya gumoh paling banyak 4 (empat) kali dalam sehari. Kalau bayi anda sudah gumoh secara spontan lebih dari 4 (empat) kali dalam sehari, dan volume gumohnya juga banyak, seperti muntah, maka anda harus berhati-hati. Indikasi yang lainnya adalah apabila kulit bayi merah-merah atau ruam, bahkan pada beberapa kasus lebih parah, kulit bayi ada yang sampai mengelupas juga lengket pada benda lain.

Solusinya bagaimana?

Kalau itu terjadi pada buah hati anda, anda jangan langsung berhenti menyusui. Terus saja menyusui, tapi sebelumnya anda harus ingat-ingat betul apa yang anda makan, yang kira-kira menyebabkan bayi anda alergi. Jadi alergi itu bukan alergi asi. Akan tetapi ada makanan yang dimakan ibu menyusui yang membuat bayinya alergi. Kalau anda kurang yakin dengan pengamatan anda, konsultasikan dengan dokter anda atau bisa juga konsultasi dengan konsultan laktasi yang sekarang sudah disediakan disetiap puskesmas dan rumah sakit.

Tinggalkan Balasan